Nusron Tantang Santri: Jangan Kalah dari Generasi Umum, Kuasai Teknologi atau Tertinggal!
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, memotivasi para santri untuk mengambil peran strategis dalam pembangunan bangsa melalui penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi.
Pesan tersebut disampaikan dalam kegiatan Pendampingan Santri Kelas XII SMAIQu Al-Bahjah di Pondok Pesantren Al-Bahjah, Sabtu (18/04/2026), di hadapan pengasuh pesantren, Buya Yahya.
“Kalau ingin berkontribusi bagi bangsa dan negara, selain menjadi kader ulama, adik-adik juga bisa menjadi hikmatal hukama atau kader pelaksana kebijakan,” ujar Nusron Wahid.
Baca Juga: 336 Sertipikat Dibagikan ke Warga Halteng, Target 100% Tanah Bersertifikat pada 2027
Ia menjelaskan, hikmatal hukama merupakan peran strategis dalam pemerintahan, baik sebagai teknokrat maupun birokrat, yang turut menentukan arah kebijakan di berbagai sektor pembangunan.
Menurutnya, kekuatan suatu negara sangat ditentukan oleh penguasaan bidang STEM (science, technology, engineering, and mathematics) sebagai fondasi utama kemandirian bangsa.
Sebagai contoh, ia menyinggung ketahanan Iran di tengah tekanan global, yang didukung oleh kemandirian di sektor pangan, energi, dan teknologi.
“Kenapa Iran bisa bertahan? Karena swasembada pangan, swasembada energi, dan memiliki teknologi yang kuat,” jelasnya.
Baca Juga: Nusron Wahid Turun Langsung! Sawah Terancam Jadi Kawasan Industri, Ini Sikap Tegas Pemerintah
Karena itu, Nusron Wahid mendorong santri untuk melanjutkan pendidikan di bidang strategis seperti teknologi pangan, energi, hingga geologi.
Ia juga mengungkapkan sedikitnya 10 sektor penting yang membutuhkan peran hikmatal hukama, yaitu pertahanan keamanan, hukum, keuangan, pangan, energi, telekomunikasi, kesehatan, logistik, manufaktur, serta pendidikan dan pelatihan.
Menutup pesannya, ia menegaskan bahwa masa depan Indonesia berada di tangan generasi muda, termasuk para santri.
“Jangan ragu, negara ini membutuhkan para santri. Pemuda hari ini adalah pemimpin masa depan. Saat Indonesia berusia 100 tahun, maju tidaknya bangsa ini ditentukan oleh kalian,” pungkasnya.
Editor: AbangKhaM
