Daerah

Hardiknas 2026, Bupati Halut: Tanpa 3M, Pendidikan Hanya Jadi Formalitas

Halut – bBupati Kabupaten Halmahera Utara, Piet Hein Babua, bertindak sebagai inspektur upacara pada peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) 2026 yang digelar di SMA Negeri 1 Halmahera Utara, Senin (4/5/2026).

Dalam kesempatan tersebut, Bupati membacakan amanat Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah yang menegaskan pentingnya pendidikan nasional dengan meneladani pemikiran Ki Hajar Dewantara melalui sistem among, yakni asah (ilmu), asih (kasih sayang), dan asuh (pembinaan).

Ia menegaskan bahwa sesuai amanat UUD 1945 dan Undang-Undang Sistem Pendidikan Nasional Nomor 20 Tahun 2003, pendidikan merupakan proses mencerdaskan kehidupan bangsa sekaligus membangun karakter dan peradaban.

Baca Juga: 23 Dokter Baru Unkhair Resmi Disumpah, Sonia Buyung Cetak Nilai Nasional 99,3

Bupati juga menyoroti pentingnya tiga pilar utama dalam meningkatkan mutu pendidikan, yakni mindset (pola pikir), mental, dan misi.

“Tanpa ketiga hal tersebut, berbagai kebijakan pendidikan hanya akan menjadi formalitas dan berhenti pada capaian angka-angka semata,” tegasnya.

Lebih lanjut, ia mengajak seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat kerja sama dalam mewujudkan pendidikan bermutu demi Indonesia yang cerdas, maju, dan bermartabat.

Bupati menyampaikan bahwa visi pemerintahan Piet–Kasman, yakni SETARA (Sehat, Terdidik, Aman, Berbudaya, dan Sejahtera), menempatkan sektor pendidikan sebagai prioritas utama.

Baca Juga: Efektif Tanpa Dominasi, Malut United Libas Persis 5 Gol

Pemerintah daerah, kata dia, akan terus berupaya meningkatkan kualitas pendidikan melalui penyediaan infrastruktur yang layak, peningkatan kualitas tenaga pendidik, serta penguatan sistem pembelajaran.

Selain itu, ia menekankan pentingnya komitmen di tingkat satuan pendidikan sebagai ujung tombak keberhasilan kebijakan pendidikan.

“Tingkat paling bawah adalah kunci. Di sanalah kualitas pendidikan benar-benar ditentukan,” ujarnya.

Bupati juga mengungkapkan bahwa sejak tahun 2026, terjadi efisiensi transfer dana dari pemerintah pusat ke daerah, sehingga sektor pendidikan tidak lagi mendapatkan alokasi dana fisik dari skema tersebut. Program pembangunan fisik kini ditangani langsung oleh pemerintah pusat melalui program revitalisasi.

Baca Juga: Kisruh HIPMI Malut Memanas! Senior Desak BPP Evaluasi Korwil Bahtiar Kader

Meski demikian, Pemerintah Daerah tetap berupaya memenuhi kebutuhan pendidikan dengan kemampuan yang ada. Dari 40 sekolah yang diusulkan, sebanyak 17 telah disetujui dalam program revitalisasi.

Pemda akan tetap melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan program tersebut agar berjalan sesuai kebutuhan di daerah.

Di akhir sambutannya, Bupati berpesan kepada seluruh tenaga pendidik untuk terus membimbing dan memotivasi peserta didik agar memiliki kualitas dan daya saing di masa depan.

Upacara Hardiknas ini turut dihadiri oleh jajaran pejabat daerah, di antaranya para Asisten Setda, Staf Ahli Bupati, pimpinan OPD, Kepala Cabang Dinas Pendidikan Provinsi Maluku Utara Hertje Manuel, Kepala Dinas Pendidikan Halut Ellen Sintyadewi, Kepala Sekolah, dewan guru, serta siswa-siswi.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: