Nasional

Ossy Dermawan Dorong Integrasi Tata Ruang untuk Perkuat Ekosistem Bandara Nasional

Wakil Menteri Agraria dan Tata Ruang/Wakil Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Ossy Dermawan, menegaskan komitmen kementeriannya dalam mendukung penguatan tata kelola ekosistem kebandarudaraan nasional melalui sektor pertanahan dan tata ruang.

Hal tersebut disampaikan Ossy saat menghadiri Rapat Koordinasi (Rakor) Tingkat Menteri yang dipimpin Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), di Gedung Kemenko IPK, Jakarta, Kamis (25/06/2026).

Dalam forum tersebut, Ossy menjelaskan bahwa dukungan ATR/BPN diwujudkan melalui sinkronisasi rencana tata ruang dengan tatanan kebandarudaraan nasional, percepatan penerbitan Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR), pengadaan tanah untuk kepentingan umum, serta penguatan pengendalian tata ruang.

Baca Juga: Wamen ATR Ossy Dermawan Ajak “Muliakan Sungai”: Dari Ciliwung untuk Peradaban Bangsa

“Dukungan ATR/BPN dilakukan melalui sinkronisasi tata ruang, percepatan KKPR, pengadaan tanah, serta penguatan pengendalian agar pengembangan kawasan tetap sesuai rencana,” ujar Ossy.

Ia juga menekankan pentingnya integrasi data spasial lintas sektor dalam penguatan ekosistem kebandarudaraan. Konsep tersebut dikenal sebagai one spatial planning policy atau satu acuan tata ruang.

“Integrasi data spasial, pertanahan, tata ruang, hingga perizinan daerah akan membuat proses pengambilan keputusan lebih cepat, akurat, dan terintegrasi,” jelasnya.

Menurut Ossy, pengendalian pemanfaatan ruang harus dilakukan secara menyeluruh, mulai dari tahap perencanaan, perizinan, hingga pengawasan secara berkelanjutan.

Baca Juga: Sertipikat Tanah Kini di HP! Warga Rasakan Manfaat Sertipikat Elektronik Lebih Aman dan Praktis

Rakor ini turut dihadiri perwakilan kementerian/lembaga serta pemerintah daerah terkait sektor kebandarudaraan. Dalam kesempatan tersebut, Menko IPK Agus Harimurti Yudhoyono menyampaikan bahwa pertemuan ini bertujuan memperkuat tata kelola ekosistem kebandarudaraan melalui regulasi yang lebih solid dan kolaborasi lintas sektor.

Ia berharap seluruh pihak dapat berperan aktif dalam mendukung pengelolaan kebandarudaraan yang profesional, modern, dan inklusif.

“Dengan kolaborasi yang kuat, kita dapat meningkatkan daya saing dan kualitas layanan bandara yang berdampak pada sektor ekonomi, pariwisata, hingga industri kreatif,” ujar AHY.

Dalam rakor tersebut, Ossy Dermawan didampingi sejumlah pejabat di lingkungan Kementerian ATR/BPN, di antaranya Direktur Perencanaan Tata Ruang Nuki Harniati, Direktur Pengaturan Tanah Pemerintah, Tanah Ulayat, dan Tanah Komunal Suwito, serta Tenaga Ahli Menteri Bidang Administrasi Negara dan Good Governance Ajie Arifuddin.

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: