Daerah

Tamu Rakernas JKPI Bakal Serbu Oleh-Oleh Ternate, Olahan Kenari Jadi Incaran

Ternate – Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI) ke-XII di Kota Ternate tak hanya menjadi ajang promosi destinasi wisata, tetapi juga membuka peluang bagi pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) untuk memperkenalkan produk lokal kepada tamu dari berbagai daerah.

Peluang tersebut turut dipersiapkan Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kota Ternate melalui Swalayan Tara No Ate yang menjadi salah satu pusat wisata belanja dan oleh-oleh khas Ternate.

Manager Swalayan Tara No Ate, Burhanudin Rope, mengatakan persiapan telah dilakukan sejak Juli 2026 dengan memperkuat koordinasi bersama para pelaku UMKM yang menjadi mitra.

Baca Juga: Rayakan HUT ke-28, PAN Malut Berbagi Kebahagiaan Bersama Anak Yatim

“Sebenarnya kami sudah mempersiapkan diri dari beberapa bulan yang lalu untuk bersama-sama dengan teman-teman yang bermitra dengan Tara No Ate, terutama pelaku usaha UMKM,” kata Burhanudin, Senin (24/8/2026).

Menurutnya, Tara No Ate menjadi salah satu destinasi wisata belanja yang masuk dalam agenda kunjungan tamu Rakernas JKPI. Karena itu, ketersediaan berbagai produk lokal harus dipastikan selama pelaksanaan kegiatan pada 26-30 Agustus 2026.

Untuk mengantisipasi meningkatnya permintaan, pihaknya telah meminta para pelaku UMKM menyiapkan stok produk masing-masing. Dengan pola tersebut, produk dapat segera dipasok ketika dibutuhkan.

“Mereka akan ready produknya stay di rumah. Kalau misalkan kami butuh, tinggal langsung order. Jadi teman-teman pelaku UMKM sudah punya stok ready di rumah,” jelasnya.

Baca Juga: Dituding PHK Massal dan Ganti Pekerja Lokal, Ini Klarifikasi PT SGM

Burhanudin menambahkan, pelayanan di Tara No Ate selama pelaksanaan Rakernas JKPI akan menyesuaikan dengan kebutuhan kegiatan. Pengelola memastikan pelaku UMKM tetap dapat memasukkan produk sepanjang jam operasional toko.

“Kali ini untuk gelaran event, kami bekerja seterusnya. Jadi dari toko mulai buka sampai toko tutup. Kami tidak membatasi UMKM untuk masukan produk. Kapan saja mereka mau masukan produk, selama toko masih buka kami terima,” ujarnya.

Sejumlah produk khas Ternate juga telah dipersiapkan untuk memenuhi kebutuhan tamu Rakernas JKPI. Di antaranya minuman pala, wastra, tenun, batik, manisan pala, serta berbagai produk olahan kenari.

Baca Juga: PT SGM Bantah PHK Massal di Site Mangole, Begini Penjelasannya!

Burhanudin memperkirakan produk berbahan kenari menjadi salah satu yang berpotensi paling banyak diminati wisatawan. Beragam produk seperti makaroni kenari, stik kenari, kenari goreng, buah kenari hingga kenari panggang disiapkan untuk menyambut para tamu.

“Termasuk juga makaroni kenari, stik kenari, kenari goreng, buah kenari, kenari panggang. Itu yang pasti akan paling banyak diburu. Segala macam yang berbaur olahan kenari pasti akan jadi incaran,” pungkasnya.

Rakernas JKPI ke-XII diharapkan tidak hanya memperkuat posisi Ternate sebagai kota pusaka dan destinasi wisata, tetapi juga memberikan dampak ekonomi langsung bagi pelaku UMKM melalui peningkatan promosi dan penjualan produk lokal.

Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: