Nelayan Pigaraja Keluhkan BBM dan Pemasaran, KNMP Berpeluang Masuk dengan Anggaran Rp25 Miliar
Halsel – Persoalan keterbatasan BBM dan pemasaran hasil tangkapan menjadi perhatian dalam dialog antara pemerintah, warga Desa Pigaraja, Kecamatan Bacan Timur Selatan, Halmahera Selatan, dan sejumlah pihak terkait, Selasa (22/9/2026).
Dialog yang difasilitasi Yayasan The Tebings tersebut melibatkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara, Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan, serta Bank Indonesia (BI) Perwakilan Maluku Utara. Kegiatan berlangsung dalam rangka kunjungan Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe, untuk meninjau cold storage bantuan BI melalui The Tebings.
Ketua Dewan Pembina The Tebings, M. Ridha Ajam, mengatakan hasil tangkapan nelayan Pigaraja dan desa sekitar kini telah ditampung di cold storage tersebut. Namun, keterbatasan BBM masih menjadi kendala utama nelayan untuk melaut.
Baca Juga: 6 Bulan di Desa Pigaraja, 5 Mahasiswa Unkhair Bantu Benahi Data Desa
“Saat ini kami sudah menampung semua hasil tangkapan nelayan di Pigaraja, termasuk desa-desa sekitar. Kendalanya memang masih terbatas BBM untuk nelayan di sini,” ujar Ridha.
Menanggapi persoalan tersebut, Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Maluku Utara, Fauzi Momole, menyebut program Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) dapat menjadi salah satu opsi untuk mendukung penguatan sektor perikanan di Pigaraja.
Menurut Fauzi, peluang tersebut terbuka apabila Pemerintah Desa Pigaraja dapat menyediakan lahan yang memenuhi persyaratan.
“Untuk mengatasi permasalahan yang ada, kita bisa melakukan intervensi melalui program KNMP di Pigaraja. Pastikan saja lahannya clear and clean,” kata Fauzi.
Baca Juga: 53 Sertifikat Diserahkan ke Warga Sibenpopo, 78 Persen Lahan Belum Terdaftar
Fauzi menjelaskan, dari 31 titik lokasi KNMP yang diajukan di Halmahera Selatan, setelah proses verifikasi terdapat 21 lokasi yang dinyatakan clear and clean.
Untuk 2026, pembangunan tahap pertama KNMP di Halmahera Selatan telah disetujui di lima titik berdasarkan keputusan Satgas KNMP. Jumlah tersebut berpeluang bertambah menjadi sembilan titik.
Program KNMP mencakup pembangunan sejumlah sarana dan prasarana pendukung nelayan, seperti tambatan perahu, SPBUN, cold storage, dan ABF. Nilai bantuan dapat mencapai Rp25 miliar untuk skema HAP, sementara skema buffer maksimal Rp15 miliar.
Baca Juga: Tak Lagi Menunggu Tanpa Kepastian, Pengukuran Terjadwal Bikin Urus Sertipikat Lebih Jelas
Selain KNMP, Fauzi juga menyebut peluang pengembangan kampung budidaya ikan sebagai bagian dari penguatan ketahanan pangan. Program tersebut mencakup pelatihan, pendampingan, penyediaan bibit hingga proses produksi.
Ia berharap keberadaan The Tebings di Pigaraja dapat mendukung pengembangan program tersebut bersama pemerintah desa.
“Saya kira dengan hadirnya The Tebings di Pigaraja ini, kita bisa wujudkan KNMP tadi. Nanti The Tebings bantu mendampingi atau menjadi konsultannya bersama-sama dengan Pemerintah Desa Pigaraja,” pungkas Fauzi.
Reporter: Randi I. | Editor: AbangKhaM
