Opini

Interseksi Politik dan Kebijakan Perencanaan Pembangunan di Maluku Utara

Dalam konteks global, risiko perkotaan kini muncul secara luas di area perkotaan di seluruh dunia. Hampir 84% dari kota-kota yang berkembang paling cepat menghadapi risiko iklim dan bencana yang ekstrem, dengan sebagian besar dari kota-kota tersebut berada di Asia dan Afrika. Kota-kota berisiko tinggi seringkali berada dalam konteks pembangunan yang menantang, seperti di negara-negara Kurang Berkembang (LDCs), negara-negara Berpendapatan Rendah (LICs), negara-negara Kepulauan Kecil Berkembang (SIDS), dan menghadapi defisit tata kelola yang cukup besar serta kendala kapasitas dan sumber daya.

Melihat ke depan, penting bagi Maluku Utara untuk mengambil pendekatan yang komprehensif dan inklusif dalam pembangunan perkotaan. Pendekatan ini harus melibatkan semua pemangku kepentingan, termasuk pemerintah, masyarakat sipil, dan sektor swasta, dan memperhitungkan kebutuhan masyarakat yang beragam. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa pembangunan perkotaan tidak hanya mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong keberlanjutan dan keadilan sosial, memastikan bahwa semua segmen masyarakat mendapat manfaat dari perkembangan tersebut.

Silahkan Berbagi: