Harita, Dari Tambang Hingga Pabrik Bahan Baterai
“Stainless ini membutuhkan sangat banyak bahan baku yang berbasis nikel khususnya yang disebut nickel pig iron atau feronikel. Nah kami juga memproduksi feronikel ini dan kami menjual kepada pabrik-pabrik stainless steel yang ada di luar negeri,” tandasnya.
Seperti yang diketahui, PT Trimegah Bangun Persada Tbk (NCKL), juga dikenal sebagai Harita Nickel, mengantisipasi laba yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk sebesar 20% pada tahun 2023, atau Rp5,62 triliun.
Pendapatan perusahaan yang dimiliki oleh konglomerat Lim Hariyanto Wijaya meningkat sebesar 149% menjadi IDR 23,86 triliun pada tahun 2023, meningkatkan keuntungan.
Jumlah penjualan yang meningkat dari perusahaan yang memproses bijih nikel, termasuk smelter PT Halmahera Jaya Feronikel (HJF) baru-baru ini, yang merupakan fasilitas peleburan saprolit (bijih nikel kadar tinggi) berbasis pirometalurgi (RKEF) yang menghasilkan feronikel, adalah faktor pendorong pertumbuhan ini.
PT Halmahera Persada Lygend (HPL), fasilitas pemurnian limonit (bijih nikel kadar rendah) berbasis hidrometalurgi (HPAL), memiliki lini produksi tambahan untuk menghasilkan bahan baku untuk baterai kendaraan listrik.
