Nasional

Indonesia Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 5% di Tengah Ketegangan Perdagangan Dengan AS

Pemerintah Indonesia tetap optimistis menargetkan pertumbuhan ekonomi sebesar 5% pada tahun 2025, meskipun menghadapi tekanan dari ketegangan perdagangan dengan Amerika Serikat yang berpotensi mempengaruhi ekspor nasional.

Hal tersebut disampaikan Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) pada 24 April 2025, beliau menyampaikan, “Kami akan lihat nanti apakah target dari asumsi pertumbuhan ekonomi 2025 sebesar 5,2% mengalami deviasi,” sebut Sri Mulyani dalam publis bisnis.com. Meski demikian, Pemerintah belum merevisi target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2% yang telah ditetapkan dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2025, lanjutnya.

Optimisme pemerintah didukung oleh kinerja positif ekonomi domestik pada kuartal I-2025, termasuk konsumsi rumah tangga yang stabil, investasi swasta yang meningkat, serta ekspor nonmigas yang menunjukkan pertumbuhan, terutama pada komoditas seperti minyak sawit mentah (CPO), besi dan baja, serta peralatan listrik.

Baca Juga: Pemda Haltim Berikan Uang Saku Untuk Calon Jamaah Haji, Berikut Besaran Dan Rincian Biayanya!

Baca Juga: Moratorium Dicabut, Ketua Tim FPM Galda: Kami Akan Kawal Hingga Galda Diundangkan!

Dilansir dari kontan.co.id, Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia telah merevisi proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% untuk tahun 2025, turun dari proyeksi sebelumnya sebesar 5,1%. Revisi ini dipengaruhi oleh ketidakpastian kebijakan perdagangan internasional yang dipicu oleh perang dagang antara negara-negara besar, termasuk rencana Amerika Serikat untuk memberlakukan tarif sebesar 32% pada ekspor Indonesia seperti elektronik, pakaian, dan alas kaki.

Merespon hal tersebut, Pemerintah Indonesia telah mengajukan proposal untuk meningkatkan impor dari Amerika Serikat hingga $19 miliar, termasuk produk pertanian dan energi, serta menawarkan pengurangan hambatan non-tarif dan insentif bagi perusahaan AS yang beroperasi di Indonesia. Langkah ini bertujuan untuk menyeimbangkan hubungan dagang dan menghindari pemberlakuan tarif tersebut.

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen Indonesia untuk menjalin hubungan dagang yang adil dan setara dengan Amerika Serikat. “Kami menginginkan hubungan yang adil dan setara dengan Amerika Serikat,” ujar Presiden Prabowo dalam pernyataannya pada awal April 2025 di laman routers.com.

Diketahui, Pemerintah juga terus memantau dampak ketegangan perdagangan ini terhadap perekonomian nasional dan akan menyesuaikan kebijakan fiskal serta strategi pertumbuhan sesuai perkembangan situasi global.

Editor: AbangKhaM | Penulis: Andry

Silahkan Berbagi: