Daerah

Dorong Operasional Koperasi Merah Putih, Wagub Malut: KDMP Jadi Penyalur Utama Kebutuhan Masyarakat!

Tidore – Wakil Gubernur Maluku Utara, Sarbin Sehe memimpin rapat percepatan operasionalisasi Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) di ruang Rapat Bidadari, Kantor Gubernur Maluku Utara, Rabu, 13 Agustus 2025.

Rapat tesebut menindaklanjuti konsolidasi nasional bersama Menteri Koordinator Bidang Perekonomian dan Pangan, Zulkifli Hasan di Bali, 8 Agustus lalu.

Baca Juga: Usulkan 13 Unit RTLH Untuk Tahun 2026, Kadis Disperkimtan: Sudah Tercatat di Daftar Inventarisasi Masalah Komisi III DPRD!

Adapun Satgas KDMP Malut dibentuk berdasarkan SK Gubernur Nomor 336/KPTS/MU/2025, 28 Mei 2025. Pemerintah Provinsi berkomitmen memperkuat kelembagaan, menambah SDM, dan mendigitalisasi pengelolaan koperasi agar lebih modern.

“KDMP bukan sekadar memotong jalur distribusi, tapi juga jadi penyalur utama kebutuhan dasar masyarakat,” kata Wagub Sarbin Sehe.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Malut, Dwi Putra Indrawan, menilai program ini sejalan dengan Inpres Nomor 9 Tahun 2025 yang mencakup sembako, apotek, logistik, cold storage, dan pergudangan. Selain itu, menurutnya koperasi juga berperan sebagai offtaker bagi produk pertanian dan peternakan seperti di Jawa.

Baca Juga: Soroti Kontribus PT. Antam yang Minim, Dirut LCI Minta PT Antam Libatkan BUMD Untuk Tingkatkan PAD!

Sekretaris Satgas KDMP, Wa Zaharia, menyebut 100 persen KDMP di Malut telah terbentuk 118 koperasi kelurahan, 1.067 koperasi desa, total 2.543 koperasi. Namun baru enam yang aktif, di Halmahera Tengah, Halmahera Utara, dan Kota Ternate. Koperasi Wairoro menjadi yang paling lengkap dengan dukungan Pertamina dan Bulog.

Sarbin meminta Satgas segera mengambil langkah mitigasi sambil menunggu petunjuk teknis pemerintah pusat. “Kita bekerja sebagai tim untuk menyukseskan program ini demi kesejahteraan masyarakat Maluku Utara,” ujarnya. (Randi)

Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: