Pemuda Muhammadiyah–Polres Halut Panen Raya Jagung 5 Hektar, Dukung Asta Cita Ketahanan Pangan
Halut – Pemuda Muhammadiyah bersama Polres Halmahera Utara melaksanakan panen raya jagung hibrida di Desa Ngidiho, Kecamatan Galela Barat, Rabu (11/02/2026).
Ketua Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara, Jumar Mafoloi, S.H., menyampaikan bahwa kegiatan panen raya ini merupakan tindak lanjut kerja sama antara Pimpinan Pusat Pemuda Muhammadiyah dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri) dalam mendukung program Asta Cita Presiden RI, khususnya di bidang ketahanan pangan nasional.
“Kegiatan panen raya hari ini adalah bentuk kolaborasi Pemuda Muhammadiyah dan Polres Halmahera Utara untuk mendukung ketahanan pangan nasional,” ujar Jumar.
Baca Juga: Banjir dan Longsor di Halut Jadi Sorotan Komisi V DPR RI dan BWS Malut
Ia mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat, terutama para petani, Polres Halut, serta kader Pemuda Muhammadiyah. Menurutnya, dukungan generasi muda sangat dibutuhkan dalam memperkuat sektor pertanian.
Jumar juga menjelaskan, sesuai instruksi Pimpinan Pusat dan Pimpinan Wilayah, program ketahanan pangan dilaksanakan di sepuluh kabupaten/kota di Maluku Utara. Dari seluruh daerah tersebut, lahan yang dikelola Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara tercatat sebagai yang terluas, yakni mencapai 5 hektar.
Kapolres Halmahera Utara, AKBP Erlichson Pasaribu, S.H., S.I.K., dalam sambutannya menegaskan bahwa kebutuhan pangan terus meningkat seiring pertumbuhan penduduk, sehingga pengembangan komoditas jagung menjadi langkah strategis.
“Keberhasilan ketahanan pangan bukan hanya tanggung jawab petani, tetapi seluruh elemen masyarakat. Pemuda harus menjadi motor penggerak pertanian modern,” tegas Kapolres.
Baca Juga: ATR/BPN Tegaskan Tata Ruang Jadi Kunci Sukses Program Prioritas Presiden Prabowo
Ia juga mengimbau masyarakat untuk memanfaatkan lahan pekarangan sebagai sumber pangan keluarga guna mendukung kemandirian ekonomi rumah tangga.
Panen raya tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd. Dalam kesempatan itu, ia menyampaikan bahwa Pemerintah Daerah telah menetapkan empat zona pengembangan wilayah, yakni Kao–Malifut sebagai kawasan industri strategis, Tobelo sebagai pusat jasa, pendidikan, perdagangan, dan pariwisata, Galela sebagai zona pertanian, perkebunan, dan hortikultura, serta Loloda sebagai kawasan perikanan terpadu.
“Jagung merupakan komoditas strategis. Pemerintah daerah akan terus mendukung pengembangannya sesuai kemampuan fiskal daerah,” ujar Wakil Bupati.
Baca Juga: Tanah Kampus UNUTARA Diduga Bermasalah, Ahli Waris Klaim Pembayaran Tak Pernah Lunas
Ia juga mendorong organisasi kepemudaan, termasuk Pemuda Muhammadiyah, agar terus memberikan pendampingan dan motivasi kepada petani, sehingga pertanian di Halmahera Utara semakin berkembang.
Sementara itu, Ketua Kelompok Tani Ain menyampaikan apresiasi atas kolaborasi yang terjalin antara Pemuda Muhammadiyah dan Polres Halut.
“Kami para petani siap terus berkolaborasi apabila membawa dampak baik demi kemajuan dan kesejahteraan petani ke depan,” ucapnya.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Halmahera Utara, Kapolres Halut, Camat Galela Barat, kelompok tani, serta pengurus Pemuda Muhammadiyah Halmahera Utara dan unsur terkait lainnya.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
