Muhammadiyah Halut Gelar Baitul Arqam Dasar, Wabup Kasman: Kader Harus Kuat Ilmu dan Ideologi
Halut – Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Halmahera Utara menggelar kegiatan Baitul Arqam Dasar (BAD) yang berlangsung di Cafe Sarisa, Desa Towara, Kecamatan Galela, Sabtu (14/02/2026). Kegiatan ini menghadirkan Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad, S.Ag., M.Pd sebagai instruktur sekaligus pemateri.
Ketua Panitia, Iskandar Dabi-Dabi, S.Ag., dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan BAD bertujuan membentuk karakter, sikap, serta meningkatkan pemahaman warga persyarikatan tentang nilai-nilai keislaman dan Muhammadiyah, termasuk penguatan akidah dan akhlak berdasarkan Manhaj Tarjih Muhammadiyah.
Menurutnya, Baitul Arqam menjadi proses pengkaderan penting yang dilakukan secara menyeluruh bagi seluruh warga persyarikatan Muhammadiyah di Halmahera Utara.
Baca Juga: Banjir Aduan di Medsos, ATR/BPN Percepat Respons Lewat Hotline WhatsApp 0811-1068-0000
Sementara itu, Ketua PDM Halmahera Utara, Samsul Bahri Umar, S.Ag., menyampaikan bahwa Amal Usaha Muhammadiyah (AUM) di Halmahera Utara terus berkembang, meskipun masih menghadapi berbagai tantangan, terutama pada aspek sarana prasarana dan kualitas sumber daya manusia (SDM).
Ia berharap seluruh pengelola dan tenaga pendidik di lingkungan AUM terus berkomitmen memajukan dunia pendidikan dengan semangat slogan Muhammadiyah, “Hidupkan Muhammadiyah, jangan mencari hidup di Muhammadiyah.”
Dalam materinya, Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi Ahmad menekankan pentingnya tiga asas utama yang harus dipahami setiap kader Muhammadiyah, yakni Tauhid, Islam, dan Muhammadiyah sebagai landasan kehidupan berorganisasi dan bermasyarakat.
Baca Juga: Ombudsman: Tak Ada Daerah di Maluku Utara Raih Kualitas Pelayanan Tertinggi 2025
Ia juga memaparkan sejarah, struktur organisasi, serta ideologi keislaman Muhammadiyah sebagai fondasi gerakan dakwah yang berkemajuan. Kegiatan BAD tahun ini mengusung tema “Penguatan Nilai-nilai Keislaman dan Gerakan Ideologi Muhammadiyah.”
Kasman menegaskan bahwa menjadi warga Muhammadiyah berarti meneladani Nabi Muhammad SAW dalam kepemimpinan, akhlak, dan kehidupan sehari-hari. Ia juga mengingatkan bahwa kader Muhammadiyah harus memiliki budaya literasi yang kuat.
“Menjadi kader Muhammadiyah tidak pernah sunyi dari membaca. Kader harus menjadi pemburu ilmu pengetahuan,” ujarnya.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Wakil Bupati Halmahera Utara, Kepala Bagian Tata Usaha Kementerian Agama Halmahera Utara Rahman Saha, Ketua PDM Halut Samsul Bahri Umar, Sekretaris PDM Halut Abdillah Abas, S.Ag., Ketua Majelis MPKSDI PDM Halut, serta para dewan guru di lingkungan Amal Usaha Muhammadiyah Halmahera Utara.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
