Tiket Kapal Ternate–Ambon Ludes Jelang Mudik Lebaran, Calon Penumpang Terpaksa Cari Alternatif
Ternate – Menjelang arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, aktivitas penumpang di Pelabuhan Ahmad Yani Ternate mulai mengalami peningkatan. Sejumlah calon penumpang mengaku kesulitan mendapatkan tiket kapal tujuan Ambon karena sudah habis terjual beberapa hari sebelum jadwal keberangkatan.
Salah satu calon penumpang yang enggan disebutkan namanya mengaku tiket kapal milik PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni) tujuan Ambon sudah tidak tersedia meskipun ia telah memeriksa melalui aplikasi resmi sejak beberapa hari sebelumnya.
“Sudah dicek tiga hari sebelum berangkat, tapi tiketnya sudah habis. Bahkan sejak akhir Februari juga sudah banyak yang terjual,” ujarnya saat ditemui di pelabuhan, Jumat (6/3/2026).
Ia mengatakan terpaksa mencari alternatif transportasi lain untuk pulang kampung. Salah satu opsi yang dipertimbangkan adalah menggunakan kapal cepat, meskipun waktu tempuhnya lebih lama karena harus singgah di beberapa pelabuhan.
“Kalau pakai kapal cepat bisa sampai dua hari baru tiba di tujuan karena singgah-singgah,” katanya.
Sementara itu, Kepala Cabang Pelni Ternate, M. Lutfi Israr Sutan, menjelaskan bahwa tiket kapal Pelni terbagi dalam dua kategori, yakni tiket dengan tempat duduk atau tempat tidur (existing seat) dan tiket tambahan yang tidak dilengkapi fasilitas tempat tidur.
Menurutnya, tiket tambahan biasanya disediakan pada masa puncak perjalanan (peak season) berdasarkan kebijakan dari Kementerian Perhubungan Republik Indonesia.
Baca Juga: Pemkab Haltim Hibahkan 3,75 Hektare Lahan ke Bulog, Gudang Pangan Segera Dibangun
“Penambahan kapasitas biasanya sekitar 30 hingga 35 persen dari kapasitas penumpang yang ada. Namun hal itu tetap melalui proses uji petik serta pemeriksaan alat keselamatan terlebih dahulu,” jelas Lutfi.
Ia menambahkan, penumpang dengan tiket tambahan tidak menempati ruang tempat tidur di kapal, melainkan ditempatkan di ruang tertentu yang telah disiapkan dengan fasilitas tikar.
Meski demikian, kapasitas kapal tetap dibatasi sesuai regulasi yang berlaku guna menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan.
Lutfi juga mengimbau masyarakat agar membeli tiket jauh hari sebelum keberangkatan, terutama pada masa mudik Lebaran yang biasanya mengalami lonjakan permintaan.
Baca Juga: Tadabbur Ramadan: Pelajaran Isra’ Mi‘raj dalam Juz 15, Perjalanan Spiritual Menuju Allah
Selain itu, sistem penjualan tiket kini dilakukan secara daring melalui aplikasi resmi Pelni, sehingga masyarakat dapat memantau ketersediaan kursi secara langsung.
“Kalau di aplikasi sudah tidak tersedia, berarti memang sudah habis. Biasanya tiket baru muncul jika ada penumpang yang membatalkan atau mengubah jadwal keberangkatan,” katanya.
Ia juga menegaskan penumpang tidak perlu datang ke pelabuhan jika tiket pada aplikasi sudah habis, karena jumlah penumpang tetap dibatasi sesuai kapasitas kapal.
“Ini demi keselamatan dan kenyamanan penumpang selama perjalanan,” tegasnya.
Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM
