Daerah

Ombudsman Temukan Banyak Masalah Mudik Subsidi Malut, Tiket Sulit dan Kapal Overkapasitas

Ternate – Ombudsman Perwakilan Maluku Utara menemukan sejumlah persoalan dalam pelaksanaan program mudik subsidi Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah yang dicanangkan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.

Dalam pengawasan arus mudik, Ombudsman mencatat berbagai keluhan masyarakat, mulai dari sulitnya mendapatkan tiket hingga pelayanan yang dinilai belum maksimal.

Kepala Keasistenan Pencegahan Maladministrasi Ombudsman Malut, Akmal Kadir, mengungkapkan bahwa selama proses pengawasan, pihaknya menerima banyak laporan dari masyarakat terkait kendala dalam program tersebut.

“Keluhan yang kami temukan di antaranya terkait sistem pembelian tiket yang hanya satu arah dan terbatas, sehingga menyebabkan antrean panjang serta pelayanan yang belum optimal,” ujar Akmal, Senin (30/3/2026).

Baca Juga: 58 Prajurit Satgas Pamtas RI–PNG Kembali ke Halut, Disambut Haru oleh Wabup Kasman

Selain itu, sejumlah penumpang juga mengeluhkan tidak mendapatkan fasilitas tempat tidur (ranjang) meskipun telah membeli tiket.

Akmal menjelaskan, pada pemantauan 17 Maret lalu, banyak warga harus mengantre berjam-jam untuk mendapatkan tiket. Upaya pembelian secara daring juga kerap terkendala gangguan jaringan pada aplikasi Essybook dan Ferizy.

“Banyak masyarakat mencoba mengakses tiket secara online, namun aplikasi sering mengalami gangguan jaringan,” jelasnya.

Baca Juga: Seleksi Terbuka Persikota Dimulai, 36 Pemain Berebut Tempat Menuju Porprov Malut 2026

Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan dari Pemerintah Provinsi Maluku Utara, khususnya Dinas Perhubungan, dalam memastikan kelancaran dan kualitas layanan mudik subsidi.

“Perlu dilakukan evaluasi menyeluruh agar pelayanan mudik ke depan lebih baik dan pengawasan dapat diperketat,” tegasnya.

Lebih lanjut, Akmal menekankan pentingnya ketegasan pemerintah dalam memastikan seluruh penyedia jasa transportasi, khususnya pelayaran, mematuhi standar pelayanan dan keselamatan penumpang.

Baca Juga: Angelina Sondakh Isi Safari Dakwah Unkhair, Ajak Perkuat Iman dan Integritas

Menurutnya, kondisi overkapasitas pada sejumlah kapal yang melayani rute mudik saat Lebaran menjadi persoalan serius yang harus segera diatasi.
“Overkapasitas ini berpotensi menimbulkan risiko keselamatan, sehingga perlu dicarikan solusi yang tepat,” ujarnya.

Ombudsman Malut sendiri telah menerjunkan tim pengawasan di sembilan titik pelabuhan penyeberangan selama periode mudik dan arus balik.

“Hasil pengawasan ini akan kami sampaikan kepada Pemerintah Provinsi dalam rapat koordinasi sebagai bahan evaluasi untuk perbaikan pelayanan di tahun mendatang,” pungkasnya.

Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: