Harga Kelapa Anjlok, Ratusan Petani Halmahera Turun ke Jalan, Ancam Blokade Truk PT NICO
Halut – Ratusan massa yang tergabung dalam Front Petani Halmahera menggelar aksi unjuk rasa di ruas jalan lintas Galela–Tobelo, tepatnya di Desa Pune, Kecamatan Galela, Kabupaten Halmahera Utara, Senin (3/8/2026).
Aksi tersebut dipicu oleh penurunan harga buah kelapa yang diduga dilakukan oleh PT NICO melalui pihak pengumpul. Saat ini, harga pembelian kelapa disebut berada di kisaran Rp2.200 per butir, angka yang dinilai tidak sebanding dengan biaya produksi serta tidak mampu menunjang kesejahteraan petani.
Baca Juga: Kinerja Melejit! Pelindo TPK Ternate Catat Lonjakan Bongkar Muat dan Arus Petikemas
Dalam aksinya, massa menuntut pemerintah daerah dan DPRD Halmahera Utara segera turun tangan menetapkan harga kelapa yang lebih layak. Mereka juga meminta PT NICO menaikkan harga pembelian agar memberikan dampak ekonomi yang adil bagi petani.
Sejumlah spanduk dibentangkan dalam aksi tersebut, salah satunya bertuliskan tuntutan agar pemerintah daerah segera menetapkan harga kelapa sebesar Rp3.000 per butir.
Selain berorasi, massa juga mengancam akan melakukan pemalangan terhadap aktivitas truk pengangkut kelapa milik PT NICO di wilayah Galela jika tuntutan mereka tidak direspons.
Baca Juga: 62 Ribu Rumah Subsidi Resmi Dikunci! Nusron: Legalitas Tanah Jadi Kunci Rasa Aman Warga
Aksi ini disebut sebagai bentuk kekecewaan petani terhadap kondisi harga kelapa yang terus menurun dan dinilai belum mendapat perhatian serius dari pihak terkait.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pemerintah daerah, DPRD Halmahera Utara, maupun pihak PT NICO terkait tuntutan yang disampaikan massa aksi.
Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
