Daerah

Halut Dapat 1.067 Hektare Cetak Sawah, Bupati Dorong Penambahan hingga 2.980 Hektare

Pemerintah Kabupaten Halmahera Utara (Halut) mendapat alokasi 1.067 hektare dalam program Cetak Sawah Provinsi Maluku Utara. Pemkab Halut bahkan berpeluang menambah luasan tersebut hingga mencapai potensi lahan 2.980 hektare.

Penandatanganan Kontrak Cetak Sawah Provinsi Maluku Utara berlangsung di Markas Komando Daerah Militer (Kodam) XV/Pattimura, Ambon, Rabu (12/8/2026). Bupati Halmahera Utara Dr. Piet Hein Babua, M.Si., hadir didampingi Kepala Dinas Pertanian Halut, Piet Hein Onthony, SP.

Bupati menjelaskan, dari total alokasi awal Provinsi Maluku Utara sebesar 1.900 hektare, Halut memperoleh porsi terbesar yakni 1.067 hektare. Sementara Halmahera Timur mendapat 532 hektare dan Halmahera Selatan 301 hektare.

Baca Juga: TKD Dipangkas, DPRD Malut Dorong Pemkot Tidore Lebih Agresif Jemput Program Pusat

“Khusus untuk Halmahera Utara, kita diberikan kesempatan hingga akhir minggu depan untuk mengajukan penambahan luasan lahan guna mengoptimalkan pelaksanaan program ini,” kata Piet Hein.

Menurutnya, Halut memiliki potensi lahan yang jauh lebih besar. Dari hasil pemetaan pemerintah daerah, sekitar 2.980 hektare lahan dinilai berpotensi dikembangkan menjadi areal persawahan.

Piet Hein menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Pertanian dan Pangdam XV/Pattimura atas dukungan terhadap pengembangan pertanian di Halut. Menurutnya, besarnya alokasi tersebut menunjukkan pemerintah pusat melihat potensi besar Halut dalam pengembangan sektor pangan.

Pengembangan sawah tersebut akan dipusatkan di Kecamatan Kao Barat, wilayah yang selama ini banyak dihuni masyarakat transmigran.

Baca Juga: BPN, PPAT, dan Bapenda Halteng Bersinergi, Layanan Pertanahan Dipercepat dan PAD Digenjot

Bupati meminta Dinas Pertanian membangun kolaborasi antara masyarakat pendatang dan masyarakat lokal. Ia juga mendorong perubahan pola pertanian dari tanaman jangka panjang seperti pala, kelapa dan cengkeh menuju tanaman pangan jangka pendek.

“Kalau selama ini kita punya pala, kelapa, cengkeh dan lain-lain, kita harus mulai bergeser kepada tanaman jangka pendek,” ujarnya.

Ia juga meminta Camat Kao Barat, para kepala desa, masyarakat, serta jajaran Dinas Pertanian aktif mendukung program cetak sawah tersebut agar dapat berjalan optimal.

Baca Juga: Sambut HUT RI ke-81, ASN Kantah Halteng Turun Cat Bahu Jalan Bersama Pemda

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian Halut, Piet Hein Onthony, menegaskan kesiapan pihaknya untuk menyukseskan program cetak sawah di Kao Barat.

“Kami optimistis program ini dapat berjalan lancar dan mencapai sasaran dengan melibatkan pemerintah daerah dalam setiap tahapan, memberikan waktu kerja yang memadai kepada tim survei, serta melibatkan masyarakat petani sejak awal,” katanya.

Program ini diharapkan mampu memperluas areal pertanian produktif sekaligus memperkuat ketahanan pangan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat Halmahera Utara.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: