Daerah

Dua Pekan Karhutla Tak Kunjung Padam, Geram-Cita Desak Pemda Taliabu Tetapkan Status Darurat

Taliabu – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda sejumlah wilayah di Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara, belum juga padam. Kebakaran dilaporkan terjadi di tiga kecamatan, yakni Taliabu Barat, Lede, dan Taliabu Utara.

Menurut pantauan Gerakan Masyarakat Cinta Kampong (Geram-Cita), kebakaran telah berlangsung sekitar dua pekan dan dalam tiga hari terakhir api dilaporkan membesar di sejumlah desa.

Beberapa wilayah yang terdampak antara lain Desa Nggele, Onemay, Salati, Todoli, Tikong, Ufung, Pasang, dan Nunu. Api disebut telah membakar sebagian perkebunan masyarakat yang menjadi sumber penghidupan warga.

Baca Juga: Kantah Halteng Sosialisasikan PERINTIS 10 Hari, Layanan Pertanahan Makin Cepat

Koordinator Geram-Cita, Basir Udin, meminta masyarakat dan berbagai pihak untuk bersama-sama melakukan upaya pemadaman. Ia juga mendesak Pemerintah Kabupaten Pulau Taliabu menetapkan status darurat karhutla agar penanganan dapat diperkuat dengan dukungan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat.


“Api telah melahap bukan hanya hutan, tetapi sebagian besar perkebunan masyarakat. Ini tentu membuat warga kehilangan harta benda dan mengancam kesehatan akibat asap yang ditimbulkan,” tegas Basir.

Menurutnya, kebakaran telah mengancam tanaman produktif masyarakat, seperti cengkeh, kelapa, kakao, dan pala. Selain kerugian ekonomi, asap kebakaran juga dinilai berpotensi mengganggu kesehatan masyarakat.

Baca Juga: Hadiah Dipersoalkan, Road Race Piala Gubernur Malut Tuai Kritik Peserta

Basir menilai penanganan akan sulit maksimal jika hanya mengandalkan masyarakat dengan peralatan terbatas. Karena itu, ia meminta pemerintah bergerak lebih cepat dan melibatkan dukungan dari tingkat provinsi hingga pemerintah pusat jika diperlukan.

“Kondisi saat ini diperkirakan api akan terus melebar jika hanya warga yang memadamkan api dengan alat seadanya. Kami berharap Pemda lebih inisiatif dan bergerak cepat agar api segera padam dan kerugian warga tidak semakin besar,” ujarnya.

Hingga berita ini diturunkan, berdasarkan informasi dan pantauan yang disampaikan jurnalis di lapangan, titik-titik api masih dilaporkan menyala di sejumlah wilayah Taliabu.

Reporter: Tim Malut Center | Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: