Daerah

Abdul Gani Kasuba: Perjalanan Hidup dan Karier Politik Sang Kiai

Abdul Gani Kasuba adalah tokoh politik dan ulama asal Maluku Utara yang memiliki rekam jejak panjang dalam dunia pemerintahan. Lahir pada 21 Desember 1951 di Bibinoi, Halmahera Selatan, ia dikenal sebagai pemimpin yang aktif dalam pengembangan pendidikan Islam sebelum akhirnya terjun ke dunia politik.

Sejak muda, Abdul Gani Kasuba menempuh pendidikan di Al-Khairat, salah satu lembaga pendidikan Islam terbesar di Indonesia Timur. Ia kemudian melanjutkan studi ke Universitas Islam Madinah, Arab Saudi, di mana beliau memperdalam ilmu agama dan dakwah. Sepulang ke Indonesia, beliau mengabdikan diri sebagai Kepala Inspeksi Al-Khairat untuk wilayah Maluku Utara dan Papua, membantu mendirikan sekolah-sekolah Islam di daerah terpencil selama lebih dari dua dekade.

Perjalanan politik Abdul Gani Kasuba dimulai pada 2004 saat ia terpilih sebagai anggota DPR RI dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS). Kariernya semakin menanjak ketika ia dipercaya menjadi Wakil Gubernur Maluku Utara periode 2008–2013 mendampingi Thaib Armaiyn. Pada 2013, ia mencalonkan diri sebagai gubernur dan berhasil memenangkan pemilihan untuk periode 2014–2019.

Pada Pilgub 2018, Abdul Gani Kasuba kembali mencalonkan diri dan berhasil terpilih untuk periode kedua (2019–2024). Namun, dalam pencalonan ini, ia keluar dari PKS dan mendapatkan dukungan dari PDI-P dan PKPI. Kepemimpinannya selama dua periode banyak diwarnai dengan pembangunan infrastruktur serta peningkatan sektor pendidikan dan kesehatan di Maluku Utara.

Pada 18 Desember 2023, Abdul Gani Kasuba ditangkap oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dalam operasi tangkap tangan (OTT) terkait dugaan korupsi proyek infrastruktur di Maluku Utara. KPK menyita uang tunai sebesar 725 juta rupiah sebagai bagian dari dugaan suap senilai 2,2 miliar rupiah. Kasus ini menjadi pukulan bagi kepemimpinannya, mengingat sebelumnya ia dikenal sebagai pemimpin yang dekat dengan masyarakat dan aktif dalam dakwah Islam.

Kehidupan pribadi sang kiai menikah dengan Faoniah Hi Djaohar dan dikaruniai empat anak: Muhammad Thariq Kasuba, Nazlatan Ukhra Kasuba, Aminatuz Zahrah Kasuba, dan Nurul Izzah Kasuba. Selain berpolitik, ia juga aktif dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial di Maluku Utara.

Abdul Gani Kasuba meninggal dunia pada 14 Maret 2025 setelah menjalani perawatan di rumah sakit daerah Chasan Bosoeiri akibat komplikasi penyakit yang dideritanya. Kepergiannya menandai akhir dari perjalanan seorang tokoh yang pernah berperan besar dalam pembangunan Maluku Utara, meski karier politiknya harus berakhir dengan kontroversi.

Abdul Gani Kasuba adalah sosok yang memiliki peran besar dalam pembangunan Maluku Utara, baik dari aspek politik maupun pendidikan Islam. Meski kiprahnya diwarnai berbagai kontroversi, termasuk kasus korupsi yang menyeretnya, pengaruhnya dalam membentuk arah kebijakan di daerah tersebut tetap tidak bisa diabaikan. Biografinya mencerminkan perjalanan kompleks seorang pemimpin yang menghadapi tantangan dalam mengelola pemerintahan di daerah yang sedang berkembang. Selamat jalan Sang Kiai(*)

Silahkan Berbagi:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *