Piagam Ternate Dinilai Nihil Substansi, KAHMI Harus Lebih Berani Suarakan Kepentingan Kawasan Timur
Haltim – Direktur Lingkar Cita Institute (LCI), Rusmin Hasan, mengapresiasi terselenggaranya pertemuan regional Majelis Nasional Korps Alumni HMI (KAHMI) untuk wilayah Maluku Utara, Maluku, Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan yang digelar di Hotel Bella, Ternate, pada 23–24 Agustus 2025.
Namun, Rusmin yang juga merupakan kader muda Korps Alumni HMI (MD KAHMI) Kabupaten Halmahera Timur ini menilai hasil pertemuan tersebut belum menyentuh isu strategis yang menjadi kepentingan bersama kawasan timur Indonesia.
Menurutnya, konsolidasi regional itu seharusnya mengangkat isu geostrategis kawasan timur, seperti konflik HAM dan kemanusiaan di Papua yang belum tuntas, krisis ekologi dan perampasan ruang hidup di Maluku dan Papua, serta ketimpangan pembangunan yang hingga kini masih terjadi di wilayah timur Indonesia.
“Tujuh poin hasil Piagam Ternate saya nilai nihil dan tidak substansial. Rekomendasi itu hanya mengakomodir isu lokal Maluku Utara, padahal yang hadir juga dari Maluku, Papua, Papua Barat Daya, dan Papua Selatan,” tegas Rusmin.
Ia menilai, sebagai organisasi besar dengan jaringan kader potensial dan akademisi lintas disiplin, KAHMI semestinya menghasilkan rekomendasi yang berani, progresif, dan menyentuh kebutuhan strategis kawasan timur.
“Piagam Ternate seharusnya menjadi suara bersama lima provinsi timur. Jangan hanya berputar pada isu normatif atau kepentingan sempit yang berbau politis. KAHMI harus tampil sebagai kekuatan moral dan intelektual untuk memperjuangkan kepentingan rakyat,” ujarnya.
Rusmin juga menegaskan, tanpa visi strategis yang jelas, KAHMI akan kehilangan “bargaining power” di level nasional, padahal tema pertemuan kali ini mengusung semangat “KAHMI untuk Indonesia”.
“KAHMI sebagai kader umat dan bangsa harus lebih kritis, progresif, dan berorientasi pada substansi. Isu-isu besar kawasan timur – mulai dari ketimpangan pembangunan, krisis ekologis, hingga hak-hak dasar masyarakat – harus menjadi fokus perjuangan agar kawasan ini tidak terus menjadi penonton dalam pembangunan nasional,” pungkasnya.
Editor: AbangKhaM
