Inspirasi

Dari Belantara Halmahera ke Mimbar Masjid, Kisah Inspiratif Putra Togutil Warnai Isra Mi’raj di MAN 1 Halut

Halut – Kisah inspiratif Rahmat Mustika, putra suku Togutil yang menempuh delapan tahun pendidikan di pondok pesantren, menjadi pesan kuat dalam peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW di MAN 1 Halmahera Utara (Halut), Jumat (23/1/2026).

Peringatan Isra Mi’raj yang mengusung tema “Melalui Isra Mi’raj Kita Tingkatkan Keimanan dan Kedisiplinan Shalat Menuju Madrasah Unggul dan Mulia” itu berlangsung khidmat di Masjid Nurul Yakin, Desa Seki, Kecamatan Galela. Kegiatan diselenggarakan oleh OSIM MAN 1 Halut dan diikuti seluruh guru serta siswa.

Hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Sub Bagian Tata Usaha Kantor Kementerian Agama Kabupaten Halmahera Utara, Rahman Saha, Kepala MAN 1 Halut Megaratna Lasidji, dewan guru, serta peserta didik.

Baca Juga: Rakerda BPN Malut 2026 Resmi Dibuka, Perkuat Sinergi Tingkatkan Pelayanan Pertanahan

Dalam sambutannya, Rahman Saha menegaskan bahwa peringatan Isra Mi’raj bukan sekadar kegiatan seremonial, tetapi momentum untuk menumbuhkan kesadaran spiritual dalam diri setiap Muslim.
“Isra Mi’raj mengajarkan kita tentang pentingnya kesadaran. Shalat bukan hanya kewajiban, tetapi sarana membentuk pribadi yang disiplin, bertanggung jawab, dan berakhlak,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala MAN 1 Halut Megaratna Lasidji berharap nilai-nilai Isra Mi’raj dapat diterapkan secara nyata dalam kehidupan warga madrasah.
“Kami berharap guru dan peserta didik semakin disiplin dalam menunaikan shalat, sehingga terbentuk insan madrasah yang berakhlak mulia dan bermartabat,” katanya.

Ia juga mengajak para siswa untuk mengamalkan pesan tausyiah dalam kehidupan sehari-hari agar MAN 1 Halut benar-benar menjadi madrasah unggul dan berkarakter.

Baca Juga: BPN Malut Award 2025: Kantor Pertanahan Halteng Raih Penghargaan Penyelesaian Sengketa Tanah Terbaik

Puncak kegiatan diisi dengan hikmah Isra Mi’raj oleh Ustadz Rahmat Mustika. Dalam tausyiahnya, Rahmat mengajak para siswa meneladani ketaatan Nabi Muhammad SAW, khususnya dalam menjaga shalat sebagai tiang agama.

Kisah perjalanan hidup Rahmat Mustika sebagai anak suku Togutil sekaligus warga binaan Laskar Pomalilila – yang didirikan oleh Rahman Saha – menjadi refleksi mendalam tentang ketekunan, perubahan diri, dan kesadaran spiritual. Ia menegaskan bahwa keterbatasan bukan penghalang untuk belajar, tumbuh, dan menjadi pribadi yang bermanfaat.

Melalui peringatan Isra Mi’raj ini, MAN 1 Halut meneguhkan komitmennya dalam membangun budaya religius, disiplin, dan berakhlak mulia sebagai fondasi menuju madrasah yang unggul dan berkarakter.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: