Daerah

52 Tahun Bersama Golkar, Kisah Ali Waniri yang Tak Berhenti Mengabdi di Usia Senja

Ternate – Di tengah aktivitas Kantor DPRD Kota Ternate, sosok Ali Waniri, 74 tahun, tampak tetap bugar. Mengenakan kemeja kuning-hitam khas Partai Golkar, ia menaiki tangga menuju gedung DPRD Kota Ternate, Kamis (13/8/2026).

Ali datang untuk menemui salah satu anggota DPRD Kota Ternate yang merupakan kader Partai Golkar. Sambil menunggu, ia duduk di area parkiran dan sesekali melihat telepon genggamnya.

Namun, di balik kedatangannya, tersimpan cerita panjang tentang pengabdian Ali bersama Partai Golkar yang telah berlangsung lebih dari lima dekade.

Baca Juga: Data Nilai Tanah Halteng Diperbarui, BPN Perkuat Sistem Digital

Ali mengaku mulai terlibat dengan Golkar sejak 1974, ketika masih duduk di bangku SMP. Sepulang sekolah, ia membantu aktivitas partai, salah satunya mengantarkan undangan.

“(Tahun) 74 mulai masuk Golkar. Kita masih SMP, ikut antar-antar undangan. Pagi di sekolah, sore di kantor,” kenangnya.

Jika dihitung hingga 2026, Ali telah sekitar 52 tahun berada di lingkungan Partai Golkar.

Selama puluhan tahun, aktivitas Ali tidak hanya berkutat pada pekerjaan administratif. Ia juga terlibat dalam kegiatan organisasi dan turun ke desa serta kelurahan untuk membantu sosialisasi dan pembentukan struktur pimpinan kelurahan (Pinkel).

Baca Juga: Halut Dapat 1.067 Hektare Cetak Sawah, Bupati Dorong Penambahan hingga 2.980 Hektare

Menurutnya, hubungan emosional antara kader dan struktur partai di tingkat kelurahan pada masa lalu terasa lebih kuat dibandingkan sekarang.
“Dulu dengan sekarang perbedaannya jauh. Dulu lebih bagus,” ujarnya.

Selain aktivitas politik, Ali juga pernah terlibat dalam dunia sepak bola. Pada 1980, ia mengaku menjadi bagian dari kepengurusan Persatuan Sepak Bola Ternate (Persiter) saat organisasi tersebut dipimpin Thaib Armaiyn.

Kini, di usia 74 tahun, Ali masih aktif bekerja sebagai sekuriti sekaligus membantu kebutuhan operasional kantor Partai Golkar di Kelurahan Kalumpang, Kecamatan Ternate Utara.

Tugasnya antara lain menjaga keamanan, mengatur parkiran, membantu masyarakat yang datang ke kantor, hingga menyiapkan berbagai perlengkapan kegiatan.

Baca Juga: 60 Ribu Warga Ternate Belum Terlayani Air Bersih, Pemkot Genjot Pemerataan hingga Wilayah Ketinggian

Bagi Ali, pekerjaan tersebut bukan sekadar mencari penghasilan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang telah dijalaninya selama puluhan tahun.

Ia menyebut penghasilannya kini sekitar Rp5 juta per bulan, yang dinilainya cukup untuk memenuhi kebutuhan bersama keluarga. Ali memiliki empat anak yang seluruhnya telah bekerja dan berkeluarga.

Memasuki usia senja, Ali mengaku ingin menjalani kehidupan dengan lebih tenang dan tidak terlalu memikirkan berbagai persoalan.
“Saya pikir tong so di hari tua ini, tara usa tong talu ambil pusing, tong nikmati saja,” katanya.

Lebih dari setengah abad berada di lingkungan Partai Golkar membuat Ali Waniri menjadi salah satu saksi hidup perjalanan panjang partai tersebut di Kota Ternate. Dari mengantarkan undangan ketika masih pelajar hingga menjaga kantor partai di usia senja, pengabdiannya terus berlanjut.

Reporter: Randi I.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: