Berbasis Data, Akademisi Ini Minta Pemkot Ternate Seriusi Penanganan Sebab Banjir di Kelurahan Gambesi!
Ternate – Sejak awal tahun 2025 hingga kini, Kelurahan Gambesi, Kecamatan Ternate Selatan, telah mengalami dua kali banjir besar yang berdampak luas pada masyarakat, yakni pada tanggal 30 Maret dan 21 Juni 2025.
Kepada media ini, Akademisi Universitas Khairun Ternate, Nabila Islamaiya Alhadar, S.T., M.T. menjelaskan bahwa akibat dari banjir tersebut bukan sekadar hujan deras, melainkan juga cerminan kegagalan tata kelola air dan perencanaan perkotaan yang sistemik.
“Banjir berulang di Gambesi adalah bukti kegagalan sistemik tata kelola air perkotaan. Tanpa intervensi mendasar, siklus ini akan terus berulang.” Jelas Nabila dengan data mitigasi rekayasa sumber daya airnya. (28/06)
Baca Juga: Soroti Kasus Distribusi BBM Subsidi di Halut, Kuasa Hukum Ini Beri Solusi. Begini Jelasnya!
Akademisi ini mengungkapkan bahwa hujan berintensitas tinggi yang mengguyur wilayah selatan Kota Ternate menyebabkan kali mati yang membatasi Kelurahan Gambesi dan Sasa tersebut meluap sehingga merendam permukiman warga hingga menutup akses utama dan memaksa evakuasi oleh Tim SAR Ternate.
“Analisis hidrologi memperlihatkan bahwa kapasitas kali mati sudah jauh di bawah kebutuhan untuk menampung debit puncak saat hujan ekstrem.” Ungkapnya.
“Pemodelan banjir yang kami analisis memperkuat temuan bahwa area di sepanjang kali sangat rentan terhadap genangan, bahkan pada hujan dengan periode ulang 5-10 tahun.” Lanjut Nabila.
Bagi Nabila banjir yang terjadi di Kelurahan Gambesi merupakan akibat dari kombinasi kapasitas kali mati yang terbatas, sedimentasi, penyempitan, serta pembangunan di bantaran sungai.
“Sistem drainase lingkungan pun tidak memadai dan tidak memenuhi standar teknis, sehingga tidak mampu menampung limpasan permukaan yang meningkat akibat urbanisasi. Akibatnya, limpasan permukaan (runoff) meningkat, sementara saluran drainase yang ada tidak diperbesar untuk mengantisipasi perubahan ini.” Tuturnya.
Karenanya, Akademisi Fakultas Teknik Unkhair ini menilai pentingnya Pemda Kota Ternate dan masyarakat memahami bahwa banjir bukanlah takdir alam.
“Itu adalah cerminan kelalaian manusia dalam mengelola lingkungan, lebih-lebih Pemerintah yang punya kewenangan membangun daerah,” pungkasnya.
“Jika Pemkot Ternate serius ingin menangani masalah ini, kami siap berkolaborasi untuk memberikan solusi yang komprehensif.” Tutup Nabila.
Editor: AbangKhaM
