Bahaya Longsor & Rusaknya Pesisir, Dosen Unkhair Minta Pemkot Ternate Serius Cari Pengganti Galian C
Ternate – Dosen Universitas Khairun (Unkhair), Dr. Abdul Motalib Angkotasan, menyoroti dampak serius eksploitasi bahan galian C di Kota Ternate yang semakin masif akibat tingginya kebutuhan material pasir untuk pembangunan infrastruktur dan perumahan.
Menurutnya, aktivitas penambangan galian C meninggalkan persoalan besar bagi lingkungan. “Kawasan permukiman di sekitar lokasi galian C berpotensi longsor. Selain itu, sisa material akan terbawa aliran air saat hujan deras menuju pesisir dan laut, sehingga memicu kerusakan ekosistem,” jelas Dr. Angkotasan.
Ia menilai, pemerintah Kota Ternate perlu mencari alternatif pengganti material galian C. Salah satunya adalah penggunaan pasir sintetis.
“Pasir sintetis dapat menjadi salah satu pilihan. Wali Kota sebaiknya mendorong ketersediaan material tersebut,” katanya.
Menurutnya, kebijakan penggunaan pasir sintetis memiliki banyak manfaat. Pertama, sebagai pengganti bahan galian C. Kedua, dapat meminimalisir kerusakan ekologi. Ketiga, membuka peluang tumbuhnya UMKM lokal sebagai pemasok pasir sintetis.
Baca Juga: Dari Ahok hingga Hendra Labada: Sejarah Kelam Penistaan Agama di Indonesia
“Dengan begitu, ekosistem pesisir dan laut tidak lagi mengalami tekanan akibat sedimentasi dari aktivitas galian C. Permukiman masyarakat di sekitar tambang pun lebih aman dari potensi longsor,” tambahnya.
Ia menegaskan, saatnya Pemerintah Kota Ternate membangun kerja sama nyata dengan supplier pasir sintetis. “Harapannya, kerja sama ini tidak sekadar di atas kertas, tetapi benar-benar diimplementasikan agar manfaatnya dirasakan masyarakat,” pungkas Dr. Angkotasan.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
