Target Turun ke 17,5%! Wabup Halut Perkuat Sinergi Lintas Sektor Tekan Stunting
Halut – Wakil Bupati Halmahera Utara, Dr. Kasman Hi. Ahmad, secara resmi membuka kegiatan Koordinasi Advokasi Lintas Sektor Program INEY II di Tobelo, Selasa (21/7/2026).
Kegiatan ini menjadi momentum strategis untuk memperkuat komitmen dan sinergi lintas sektor dalam percepatan penurunan stunting di Kabupaten Halmahera Utara melalui kolaborasi pemerintah daerah bersama Poltekkes Kementerian Kesehatan Ternate sebagai pelaksana Program INEY II.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Kasman Hi. Ahmad menyampaikan apresiasi kepada Poltekkes Kemenkes Ternate yang dinilai konsisten mendampingi pemerintah daerah dalam berbagai program penanganan stunting.
Baca Juga: Verifikasi Awal MUPROV KADIN Malut, Lima Bakal Calon Diminta Lengkapi Berkas
“Kolaborasi ini merupakan wujud nyata kepedulian bersama terhadap investasi masa depan daerah, khususnya dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia sejak usia dini,” ujarnya.
Ia mengungkapkan, kerja sama seluruh pemangku kepentingan telah membuahkan hasil positif. Kabupaten Halmahera Utara berhasil meraih Juara II Regional Indonesia Timur dalam capaian penurunan stunting dan menjadi satu-satunya kabupaten di Maluku Utara yang konsisten menunjukkan tren penurunan angka stunting.
Meski demikian, Kasman menegaskan bahwa capaian tersebut bukan alasan untuk berpuas diri. Justru, menurutnya, hal itu harus menjadi motivasi untuk terus memperkuat upaya penurunan stunting secara berkelanjutan.
Baca Juga: Tak Sekadar Bisnis, PT SGM Tunjukkan Kepedulian Lingkungan
Berdasarkan data Survei Status Gizi Indonesia (SSGI) 2024, prevalensi stunting di Halmahera Utara tercatat sebesar 21,8 persen. Pemerintah daerah menargetkan angka tersebut turun menjadi 17,5 persen pada 2026.
Untuk mencapai target tersebut, Wakil Bupati menekankan pentingnya penguatan komitmen lintas sektor tanpa mengedepankan ego sektoral. Ia meminta Bappeda, Dinas Kesehatan, DPMD, Dinas Pendidikan, para camat hingga kepala desa terus mengawal integrasi program percepatan penurunan stunting.
Selain itu, ia juga mendorong optimalisasi pemanfaatan data SIGIZI sebagai dasar penyusunan intervensi gizi agar program yang dijalankan tepat sasaran bagi keluarga yang membutuhkan.
Baca Juga: 6 Nama Berebut Kursi Ketua KADIN Maluku Utara, Ini Daftar Lengkapnya
Kasman berharap Program INEY II dapat terus dioptimalkan sebagai instrumen percepatan penurunan stunting di daerah. Ia juga menekankan pentingnya forum ini menghasilkan rencana aksi konkret yang dapat diimplementasikan secara berkelanjutan.
“Dengan kerja bersama, kita berharap dapat mewujudkan generasi Halmahera Utara yang sehat, cerdas, dan berkualitas,” pungkasnya.
Kegiatan ini dihadiri jajaran Poltekkes Kemenkes Ternate, pimpinan OPD terkait, para camat, kepala desa, tenaga kesehatan, serta berbagai pemangku kepentingan lainnya.
Repoter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM
