Daerah

Sejarah Baru! Halmahera Utara Ekspor Perdana Cocopeat dan Cocochip Langsung dari Tobelo ke Taiwan

Halut – PT Pasific Coir International resmi melaksanakan ekspor perdana produk cocopeat dan cocochip dari Kabupaten Halmahera Utara, Rabu (1/4/2026) pukul 17.20 WIT. Kegiatan ini berlangsung di Pelabuhan Kontainer Desa Rawajaya, Kecamatan Tobelo.

Bupati Halmahera Utara, Piet Hein Babua, menyebut ekspor ini sebagai momentum bersejarah bagi daerah. Pasalnya, selama ini produk Halmahera Utara belum tercatat sebagai ekspor langsung karena pengiriman masih melalui pelabuhan di luar daerah.

“Hari ini kita mencatat sejarah baru. Untuk pertama kalinya ekspor dilakukan langsung dari Tobelo dan tercatat sebagai produk Halmahera Utara,” ujarnya.

Baca Juga: Abrasi Hantam Rumah Warga, IPPML Desak Pemkab Segera Bertindak di Desa Lelei

Bupati juga menekankan sejumlah hal penting kepada pihak perusahaan, di antaranya kewajiban mengakomodasi tenaga kerja lokal, menjaga pengelolaan lingkungan secara berkelanjutan, serta memastikan adanya program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) guna membangun hubungan baik dengan masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Halmahera Utara, Nyoter Koenoe, menjelaskan bahwa ekspor perdana ini mengirim sebanyak 24 ton cocopeat dan cocochip ke Taiwan.

Produk tersebut merupakan hasil produksi awal dari perusahaan yang beroperasi di Desa Paca, bertepatan dengan satu tahun masa kepemimpinan Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Utara.

Ia juga menyebutkan, kapasitas produksi sabut kelapa saat ini mencapai 100 hingga 150 ton per hari. Ke depan, perusahaan diharapkan dapat meningkatkan kapasitas produksi sehingga seluruh limbah sabut kelapa dapat dimanfaatkan secara optimal.

Baca Juga: Pemkab Halut Genjot Pembangunan 2027, Ini Sektor yang Jadi Prioritas

Bupati Piet Hein Babua turut mengungkapkan bahwa berdasarkan Keputusan Menteri Perdagangan Nomor 04 Tahun 2026, Dinas Perindag Halmahera Utara telah ditunjuk sebagai instansi penerbit Surat Keterangan Asal (SKA). Dari ratusan daerah di Indonesia, hanya 96 kabupaten/kota yang memperoleh kewenangan tersebut, termasuk Halmahera Utara.

Ia mengapresiasi kehadiran investasi ini yang dinilai mampu membuka peluang ekspor, meningkatkan penyerapan tenaga kerja lokal, serta mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.

“Kami berharap kegiatan ini menjadi awal yang berkelanjutan dan mendorong pengembangan produk turunan kelapa lainnya, sehingga Halmahera Utara dapat menjadi pusat industri kelapa unggulan di Indonesia Timur,” ujarnya.

Baca Juga: RTRW Ternate Disorot! Pansus DPRD Pertanyakan Luasan Reklamasi dan Limbah Rumah Sakit

Komisaris PT Pasific Coir International, Orhan Yilmaz, turut menyampaikan apresiasi atas dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Ia menilai potensi sabut kelapa di Halmahera Utara sangat besar, namun selama ini belum dimanfaatkan secara optimal.

“Saya melihat banyak sabut kelapa yang dibakar, padahal memiliki nilai ekonomi tinggi. Kami berharap kehadiran perusahaan ini dapat mengubahnya menjadi aktivitas produktif yang bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah pejabat daerah, di antaranya Ketua dan Wakil Ketua DPRD Halmahera Utara, Cristina Lesnussa dan Abdillah Bailussy, Dandim 1508/Tobelo Letkol Inf. Alex Donald M.L. Gaol, Kapolres Halmahera Utara AKBP Erlichson Pasaribu, serta pimpinan OPD terkait.

Reporter: Sadam A.
Editor: AbangKhaM

Silahkan Berbagi: