BPN Halteng Gandeng STPN, Desa di Weda Tengah Mulai Gunakan Sistem Pertanahan Digital SIPEDE
Halteng – Kantor Pertanahan Kabupaten Halmahera Tengah bersama Politeknik Agraria STPN Yogyakarta menggelar sosialisasi dan pelatihan Sistem Informasi Pertanahan Desa (SIPEDE) sebagai langkah nyata mendorong transformasi digital di bidang pertanahan.
Kegiatan yang berlangsung di Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, ini dihadiri Kepala Kantor Pertanahan Halmahera Tengah, Gad Momole, serta dosen Politeknik Agraria STPN, Ardi Arnanto. Turut hadir perangkat Desa Kobe, perwakilan tujuh desa di Kecamatan Weda Tengah, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), serta Polsek Weda Tengah.
Baca Juga: 2.000 Sertipikat Hilang Akibat Bencana, Nusron Targetkan Tuntas Desember 2026
SIPEDE merupakan sistem yang dirancang untuk membantu pemerintah desa dalam mengelola data pertanahan secara tertib, akurat, terintegrasi, dan berbasis digital. Kehadiran sistem ini diharapkan mampu mendukung perencanaan pembangunan desa, mempermudah penyelesaian permasalahan pertanahan, serta memberikan kepastian hukum atas tanah masyarakat.
Kepala Kantor Pertanahan Halmahera Tengah, Gad Momole, menegaskan pentingnya pemanfaatan teknologi dalam meningkatkan kualitas pelayanan pertanahan di tingkat desa.
“Dengan SIPEDE, pengelolaan data pertanahan di desa menjadi lebih modern, transparan, dan efektif. Ini merupakan langkah penting menuju tertib administrasi pertanahan,” ujarnya.
Baca Juga: Usai Lumpuh Akibat Bencana, Kantah Aceh Tamiang Kembali Beroperasi, Nusron Dorong Digitalisasi Arsip
Melalui kolaborasi antara Kantor Pertanahan, pemerintah desa, pemerintah daerah, dan Politeknik Agraria STPN, diharapkan tata kelola pertanahan desa semakin baik serta mampu memberikan pelayanan yang cepat dan akurat kepada masyarakat.
Program ini juga menjadi bagian dari komitmen BPN dalam menghadirkan layanan pertanahan berbasis digital yang mendukung pembangunan desa dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di Halmahera Tengah.
Reporter: Tim Malut Center
Editor: AbangKhaM
