Aktivis KontraS Andrie Yunus Disiram Air Keras oleh OTK di Jakarta, Alami Luka Bakar 24 Persen
Wakil Koordinator Komisi untuk Orang Hilang dan Korban Tindak Kekerasan (KontraS), Andrie Yunus, menjadi korban penyiraman air keras oleh orang tidak dikenal (OTK) di Jakarta Pusat. Akibat serangan tersebut, korban mengalami luka bakar serius di beberapa bagian tubuh.
Peristiwa tersebut terjadi setelah Andrie Yunus selesai melakukan perekaman siniar (podcast) di Kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI) dengan tema “Remiliterisme dan Judicial Review di Indonesia” yang berakhir sekitar pukul 23.00 WIB.
Usai kejadian, korban segera dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan penanganan medis. Berdasarkan hasil pemeriksaan awal, Andrie Yunus mengalami luka bakar sekitar 24 persen pada tubuhnya, terutama pada bagian tangan kanan dan kiri, wajah, dada, serta area mata.
Baca Juga: Kuasa Hukum PT Beteravel Minta Kapolda Maluku Utara Awasi Penanganan Kasus di Polres Ternate
Dijelaskan dalam rilis yang diterima awak media, peristiwa terjadi sekitar pukul 23.37 WIB saat korban mengendarai sepeda motor di kawasan Jalan Salemba I – Talang, Jakarta Pusat.
Dua orang pelaku yang mengendarai satu sepeda motor diduga mendekati korban dari arah berlawanan di kawasan Jembatan Talang. Motor yang digunakan diduga merupakan Honda Beat matic keluaran 2016–2021.
Pelaku terdiri dari dua orang laki-laki dengan peran sebagai pengemudi dan penumpang. Pengemudi diketahui mengenakan kaos kombinasi putih dan biru, celana gelap yang diduga berbahan jeans, serta helm hitam. Sementara pelaku yang berada di belakang mengenakan penutup wajah atau buff hitam, kaos biru tua, dan celana panjang biru yang dilipat hingga pendek.
Baca Juga: Paripurna DPRD Halut: Aspirasi Masyarakat Hasil Reses Akan Masuk Pokok Pikiran DPRD
Salah satu pelaku kemudian menyiramkan cairan yang diduga air keras ke arah korban hingga mengenai sebagian tubuhnya.
Akibat serangan tersebut, korban berteriak kesakitan hingga menjatuhkan sepeda motor yang dikendarainya. Korban kemudian dibawa ke rumah sakit terdekat di Jakarta untuk mendapatkan penanganan medis darurat, terutama pada bagian mata yang terkena cairan tersebut.
Berdasarkan pemeriksaan awal, tidak ditemukan adanya barang milik korban yang hilang atau dirampas baik saat kejadian maupun setelah peristiwa berlangsung.
Sejumlah pihak menilai serangan tersebut berpotensi berkaitan dengan aktivitas advokasi korban sebagai pembela hak asasi manusia. Dalam menjalankan tugasnya sebagai Wakil Koordinator KontraS, Andrie Yunus aktif dalam berbagai kegiatan advokasi dan diskusi terkait isu HAM di Indonesia.
Sebelum kejadian, korban diketahui menghadiri sejumlah kegiatan terkait advokasi, termasuk pertemuan yang membahas tindak lanjut laporan investigasi Komisi Pencari Fakta mengenai aksi pada Agustus 2025.
Baca Juga: Bumdes Bersama Farasman Mabapura Bagikan Sembako untuk Warga Dua Desa di Halmahera Timur
Peristiwa ini juga disebut bukan kali pertama korban mengalami tekanan. Sebelumnya, Andrie Yunus dilaporkan pernah mengalami sejumlah bentuk teror dan intimidasi setelah keterlibatannya dalam berbagai aksi advokasi kebijakan publik.
Saat ini aparat kepolisian telah melakukan penyelidikan untuk mengungkap pelaku serta motif di balik serangan tersebut.
Berbagai kalangan mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut tuntas kasus ini, mengingat serangan menggunakan air keras dapat menimbulkan luka serius hingga mengancam nyawa korban.
Kasus tersebut juga dinilai menjadi pengingat pentingnya perlindungan terhadap pembela hak asasi manusia dalam menjalankan aktivitas advokasi dan partisipasi publik dalam kehidupan demokrasi.
Editor: AbangKhaM
